.

Menengok Acara Agustusan ala RT di Kota Cimahi

Menengok Acara Agustusan ala RT di Kota Cimahi

Hampir dijamin setiap tanggal 17 Agustus selalu disemarakkan dengansekian banyak acara hiburan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Perayaan mengenang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) menjadi pesta terbesar tahunan yang diselenggarakan sekian banyak komponen bangsa, mulai dari tinggat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Desa/Kelurahan, hingga ke tingkat pusat.

Biasanya acara seremonial perayaan HUT RI selalu dibuka dengan upacara bendera yang dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus. Semua instansi pemerintah mesti melaksanakannya, baik yang terdapat di dalam negeri, maupun di luar negeri. Perayaan tingkat pusat seringkali diselenggaraan di istana negara dan dipimpin oleh presiden

 

acara agustusan
acara agustusan

 

Menurut https://828bet.net/ berbagai macam acara hiburan diciptakan oleh panitia perayaan HUT RI. Salah satu acara yang jarang dilewatkan ialah panjat pinang. Namun,sebab keberadaan pohon pinang semakin langka, maka lambat laut pekerjaan semacam ini mulai terkikis. Hanya beberapa saja penduduk masyarakat yang masih melakukannya.

Sebelum mengemban acara seremonial, masyarakat lazimnya menyelenggarakanpelbagai even lomba yang bertemakan kemerdekanaan. Berbagai hadiah unik diperebutkan, mulai dari hadiah simpel berupa barang dan duit senilai ratusan ribu rupiah, hingga hadiah duit bernilai ratusan juta rupiah.

Usai upacara bendera dan sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah. Kemudian diselesaikan dengan parade sekian banyak unsur masyarakat dengan berkeliling kota atau kampung. Begitulah acara yang rutin dilaksanakan masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun dan menjadi hiburan cuma-cuma semua kalangan.

Di samping itu, hampir dijamin setiap wilayah selalu menyelenggarakan acara panggung hiburan, mulai dari tingkat Kabupatan/kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, hingga ke tingkat RW. Biasanya level bawah yangmenyelenggarakan acara ini melulu sampai tingkat RW, jarang terdapat RT yang menyelenggarakannya sendiri. Mereka melakukannya selepas tanggal 17 Agustus, namun masih pada bulan yang sama. Namun, sebab sesuatu danbeda hal, ada pun sebagian kecil yang pelaksanaannya dilaksanakan pada bulan September.

Acara di level bawah ini lazimnya menampilkan pelbagai atraksi seni dankebiasaan yang dilakukan oleh penduduk setempat. Boleh dibilang acara ini mempunyai sifat internal dari warga guna warga. Salah satupekerjaan agustusan yang sempat pengarang liput sejumlah waktu yang lalu ialah kegiatan agustusan di RT 01 RW 18 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pada Sabtu malam (16/09/2017).

Berdasarkan keterangan dari Eep Sahrudin — Ketua RT.01 RW.18 Kelurahan Cibabat, sebenarnya pekerjaan memperingati hari kebebasan RI di RW-nya sudah dilaksanakan Akhir Agustus yang lalu. Saat tersebut warga RT.01,khususnya ibu-ibu ikut berpartisipasi memperlihatkan paduan suara dan rampak sekar – paduan suara yang eksklusif membawakan lagu-lagu Sunda. Namun, tampaknya tidak seluruh warganya mendapat peluang tampil di atas pentas. Hal berikut yang mendorong warganya secara bahu membahu hendak menyelenggarakan acara sendiri supaya mereka semua dapat unjuk kebolehanmemperlihatkan hasil kreasinya.

“Tahun kemudian RT kami memang pernah menyeleggarakan acara Agustusan sendiri. Kini ibu-ibu dan anak-anak pun minta supaya diadakan lagilaksana dulu. Mereka hendak sekali memperlihatkan hasil kreasi mereka dihadapan warga,” ujar ayah tiga anak yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang service jam tangan ini menjelaskan.

Persiapan Acara Cuma Dua Minggu

Biasanya bila masyarakat hendak mengadakan suatu kegiatan, pastidisusun sebuah kepanitiaan. Namun, tidak boleh samakan kelaziman masyarakat beda dengan penduduk di RT.01 RW.18 Kelurahan Cibabat ini. Mereka sama sekali tidak menyusun panitia secara formal. Mereka melulu bekerja bahu membahu dan kompak, saling bersinergi antara penduduk satu dengan lainnya. Sesuatu yang jarang terjadi di zaman canggih seperti ini.

“Kami telah tahu apa yang mesti dilakukan. Semua warga berjuang membantu cocok dengan keterampilan masing-masing. Misalnya dalampenelusuran dana, kami tidak menggali keluar. Semua dilaksanakan denganteknik mendatangi lokasi tinggal warga satu persatu secara langsung. Secara spontan warga menyerahkan sumbangannya. Ada yang menyumbang uang, ada pun yang menyumbang material laksana makanan, minuman, dan lain-lain,” ujar Siti Walijah — istri Pak RT menambahkan.

Eep kembali menyatakan bahwa persiapan untuk menyelenggarakan acara hiburan dalam rangka perayaan HUT RI ke-72 di kampungnya melulu memakanmasa-masa dua minggu. Semua dilaksanakan secara spontan, mengalir apa adanya. Warganya benar-benar kompak dan gampang diatur, sampai-sampai semuanya berlangsung dengan lancar.
“Biaya penyelenggaraan pekerjaan kami tidak terlampau besar kok. Cuma sebesar satu juta enam ratus ribu rupiah,” papar ayah dari Acep Rahmat, Neneng Fitriani, dan Muhammad Farhanudin ini dengan ramah.

Berdasarkan keterangan dari hasil pemantauan penulis, kalau disaksikan dari meriahnya acara, rasanya tak mungkin. Namun, kenyataanya memanglaksana itu. Semua dapat terjadi karena tidak sedikit warga yang rela menyumbangkan tenaganya secara suka rela tanpa mesti meminta upah sepeserpun. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa kebiasaan gotong royong masih muncul di negeri ini.

Makna Kemerdekaan

Setiap orang tentu memiliki pengertian sendiri dalam mengetahui makna kemerdekaan. Begitu pun dengan Ketua RT.01 RW.18 Kelurahan Cibabat ini. Berdasarkan keterangan dari Eep Sahrudin, terdapat tiga macam arti kemerdekaan. Pertama, menumbuhkan jiwa gotong royong dengan teknik bersama-sama komponen masyarakat dalam membina daerahnya. Membangun bukanhanya memerbaiki sarana jasmani semata, melainkan pun membangun insan seutuhnya.

Kedua, berterima kasih untuk para pahlawan dan syuhada yang sudah mengorbankan jiwa raga mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan. Apa yangdidapatkan sekarang adalahhasil jerih payah semua pejuang kemerdekaan. Oleh sebab tersebut sudah sepantasnya bila generasi kini dan generasi selanjutnya jangan melupakan jasa semua pahlawan. Seperti kata founding father anda – Presiden Soekarno. Beliau pernah menuliskan bahwa bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai jasa semua pahlawannya.

Ketiga, mengawal kesatuan dan persatuan bangsa supaya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak jarang kali terjaga. Caranyaialah saling harga-menghargai sesama anak bangsa, tanpa memisahkan asal-usul, suku, ras dan agamanya. Semua sama dimata hukum dan sama-sama berhakguna mengembangkan talenta yang terdapat dalam dirinya dalam rangka ikutmembina Indonesia.

Eep Sahrudin berpesan untuk generasi muda, terutama warga yang terdapat di daerahnya supaya mengisi kemerdekann ini dengan sekian banyak kegiatan yang positif, kreatif, dan inovatif. Ketua RT yang melulu sempat mengenyam edukasi sampai ruang belajar 2 Aliyah ini berharap supaya generasi muda berangan-angan tinggi, berbakti untuk kedua orangtua, dan menghindari Narkoba.

Leave a Comment